Jumat, 11 Januari 2019

Jenis - Jenis Obat dan Bentuk - Bentuk Obat



Mengenal Jenis – Jenis dan Bentuk – Bentuk Obat
Dalam dunia farmasi, ada banyak sekali jenis – jenis dan bentuk obat – obatan yang bisa ditemukan. Masing – masing jenis obat tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda satu sama lain. Bentuk obat yang biasa anda minum bisa berbentuk kapsul, tablet, cairan ataupun dalam bentuk yang lainnya. Obat – obatan ini sebenarnya bukan hanya bisa dikonsumsi dengan cara dimakan atau diminum, tapi ada juga obat yang tidak boleh dimakan ataupun diminum.
Jenis obat seperti ini biasanya adalah obat luar atau obat yang digunakan untuk mengobati sakit yang berada di luar organ dalam tubuh. Agar pengetahuan anda tentang informasi obat yang berlaku dan beredar di masyarakat semakin bertambah, maka sangat penting bagi anda untuk mengetahui jenis – jenis obat dan bentuk – bentuk obat tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya:



1. Obat Tablet

 Jenis obat tablet ini adalah bahan obat yang dipadatkan tanpa bahan tambahan (murni bahan obat). Obat berbentuk tablet ini pemakaiannya adalah dengan cara dimakan atau diminum. Jenis obat berbentuk tablet ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
 
a)  TabletKempa
Jenis obat berbentuk tablet yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Obat berbentuk tablet ini dibuat sesuai dengan bentuk cetakannya dan memiliki ukuran yang sangat bervariasi.
b) TabletHipodermik
Jenis obat tablet hipodermik ini adalah obat tablet yang mudah larut di dalam air. Proses pelarutannya juga terjadi secara sempurna.
 c) TabletEffervescent
Jenis obat tablet effervescent ini memang sengaja dibuat agar mudah larut di dalam air. Penggunaan jenis tablet ini adalah dengan melarutkannya dahulu didalam air sebelum diminum. Tablet Effervescent ini tidak boleh langsung anda telan atau dimakan sebelum dilarutkan dalam air.
d) TabletKunyah
Obat berbentuk tablet yang satu ini penggunaan dilakukan dengan cara dikunyah. Biasanya, jenis obat tablet seperti ini memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan obat – obat yang lainnya, karena pemakaiannya yang harus langsung dimakan atau dikunyah.



2. Obat Berbentuk Serbuk (Pulvis)

  Jenis obat ini adalah obat berbentuk serbuk yang merupakan campuran dari bahan kimia atau obat, yang biasanya digunakan untuk pemakaian atau pengobatan luar. Jenis obat yang satu ini memiliki karakteristik homogen dan kering, serta homogenisitasnya dipengaruhi oleh ukuran partikel dan densitasnya atau berat jenisnya. Obat jenis ini juga memiliki derajat kehalusan tertentu.
Obat berbentuk serbuk ini memiliki keuntungan / kelebihan seperti :
a) Campuran obat dan bahan obat sesuai kebutuhan
b) Dosisnya lebih tepat, lebih stabil dari jenis obat larutan
c) Bersifat disolusi atau cepat larut di dalam tubu
d)  Tidak memerlukan banyak bahan tambahan



3. Obat Berbentuk Pil

Jenis obat berbentuk pil ini adalah bentuk obat yang berbentuk bundar (bulat) padat kecil yang mengandung bahan atau zat obat. Pemakaian obat ini dilakukan dengan cara dimakan atau diminum. Bobot pil idealnya adalah berkisar antara 100 – 150 mg, biasanya sih bobot rata – ratanya adalah 120 mg, namun karena suatu hal, bobot tersebut sering tidak terpenuhi.



4. Obat Berbentuk Kapsul

Obat jenis kapsul ini terdiri dari bahan obat yang dibungkus dengan bahan padat, yang mudah larut. Bahan pembungkus ini sangat berguna agar obat mudah ditelan, menghindari bau dan rasa yang tidak enak dari obat, serta menghindari kontak langsung dengan sinar matahari. Obat bentuk kapsul ini umumnya berbentuk bulat panjang dengan pangkal dan ujungnya yang tumpul.
Akan tetapi beberapa pabrik membuat obat kapsul dengan bentuk khusus, misal ujungnya lebih runcing atau rata. Kapsul ini juga dapat mengandung zat warna yang aman atau zat warna dari berbagai oksida besi, bahan opak seperti titanium dioksida, bahan pendispersi, bahan pengeras seperti sukrosa dan pengawet. Biasanya bahan ini mengandung antara 10 – 15 % air.



5. Obat Berbentuk Kaplet

 Jenis obat kaplet ini merupakan jenis obat yang bentuknya penggabungan dari bentuk tablet dan kapsul. Kaplet ini tidak memakai pembungkus sebagaimana halnya obat berbentuk tablet pada umumnya, namun bentuk fisiknya menyerupai kapsul.
Selain bentuknya yang lebih menarik, bentuk ini juga berfungsi untuk melindungi obat dari pengaruh kelembapan udara atau untuk melindungi obat dari keasaman lambung. Kaplet pun merupakan obat padat yang dibuat secara kempa cetak sehingga bentuknya menjadi oval seperti kapsul.



6. Obat Berbentuk Larutan

Obat jenis ini adalah obat yang bentuknya berupa larutan, yang dapat larut di dalam air, pemakaian obat jenis ini ada yang diminum dan ada juga untuk obat luar (seperti obat kulit). Jenis obat berbentuk larutan ini memiliki keuntungan, seperti:


a) Merupakan campuran homogeny
b) Dosis mudah diubah – ubah dalam pembuatannya.
c) Dapat diberikan dalam bentuk larutan yang encer, sedangkan kapsul dan tablet sulit diencerkan.
d) Kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat terabsorpsi.
e) Mudah diberi pemanis, pengaroma dan warna dan hal ini cocok untuk pemberian obat pada anak-anak.
f) Untuk pemakaian luar bentuk larutan mudah digunakan.



7. Obat Berbentuk Suspensi

Obat berbentuk suspensi ini pemakaiannya juga dilarutkan di dalam air. Namun ada bagian yang tidak larut, berupa butiran – butiran, contoh umumnya adalah vegeta.




8. Obat Berbentuk Extract
Obat jenis ini dihasilkan dari proses extraksi dari bahan bahan obat – obatan, baik dari hewan ataupun tumbuhan. Obat berbentuk ekstrak ini merupakan sediaan pekat, yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau simplisia hewani dengan menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi ukuran yang ditetapkan.



9. Obat Berbentuk Salep

Obat ini adalah jenis obat luar, bentuknya berupa semi padat yang bisa dioleskan pada kulit atau selaput lendir. Bahan obat jenis salep ini harus larut dan terdispersi pada bahan dasar salep.








10. Obat Berbentuk Suppositoria

Obat jenis ini merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Padaumumnya jenis obat ini akan meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh.

Penggunaan lokal : memudahkan defekasi serta mengobati gatal, iritasi, dan inflamasi karena hemoroid.
Penggunaan sistemik : aminofilin dan teofilin untuk asma, chlorprozamin untuk anti muntah, chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif, aspirin untuk analgenik antipiretik.



11. Obat Berbentuk Cair Tetes

Obat ini berbentuk cair dengan penggunaan meneteskan ke bagian yang terkena penyakit. Obat ini biasanya digunakan untuk obat dalam, tetes mulut, tetes telinga, tetes hidung dan tetes mata







12. Obat Injeksi (suntik)

 Istilah injeksi berarti adalah mendorong sejumlah cairan obat ke dalam tubuh menggunakan jarum suntik. Cara injeksi yang biasa digunakan oleh dokter, perawat ataupun bidan adalah IM(otot atau intramuscullar), IV(pembuluh darah atau intravena)SC(jaringan lemak dibawah kulit atau subcutan) dan ID(lapisan diantara kulit atau intradermal).
Obat jenis ini berbentuk cair (larutan,emulsi atau suspensi) yang disuntikkan ke tubuh penderita, dengan tujuan agar kerja obat lebih cepat dan untuk mengobati penderita yang tidak bisa makan obat melalui mulut. 
Jenis obat dan bentuk obat yang sudah dijelaskan di atas tergantung dari kebutuhan dan penyakit yang diderita seseorang. Hal penting yang perlu anda ingat adalah jangan meminum dan memakan obat sembarangan, perhatikan aturan minum dan cara pemakaiannya. Dan yang paling penting harus berdasarkan resep dokter agartidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

2 komentar: